MALANG, MSPI. Berdasarkan program dan Agenda rutin yang di lakukan oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan ,Dalam giat kunker pada tanggal 23-24/2/2026 khususnya di wilayah malang yang di sambut oleh masyarakat malang juga pondok pesantren para santri ,kyai ,ulama ,toko masyarakat, pengusaha,kepala desa bakalan ,camat Bululawang beserta sekcam juga sekda kabupaten Malang.

Dalam giat kemaren Menko Pangan Zulkifli Hasan salah satunya di kecamatan Bululawang tepatnya di desa Bakalan untuk bertemu masyarakat juga meresmikan masjid Al mukminin di lingkungan perumahan Bakalan regensi 2 saat itu Menko Pangan Zulkifli. Yang di dampingi oleh pengusaha H.Magkrus ,Dalam sambutannya Menko Pangan Zulkifli Hasan di hadapan masyarakat Bululawang kunjungan ini atas printah bapak presiden dalam satu Minggu harus ada tiga kali kunjungan agar masyarakat aman.,terkendali juga terpenuhi gizinya , Di samping itu Zulkifli memberikan bantuan langsung pada masyarakat berupa beras 5 kg,juga uang tunai untuk pengganti transport bagi ibu ibu yang hadir saat itu, setelah itu meresmikan masjid al mukminin di lingkungan perumahan Bakalan regensi 2 ,lalu melanjutkan lagi ke Pondok Al Munawariyah untuk buka bersama serta melihat para santri menerima makanan bergizi gratis (MBG).kehadiran Menko Pangan Zulkifli Hasan di pondok pesantren Al munawariyah yang di dampingi oleh wakil gubenur Jawa timur Emil Listianto Dardak ,Sekda kabupaten Malang Budiar Anwar ,beserta sebagian jajarannya yang hadir juga pimpinan pondok Al munawariyah ,pengusaha ,setelah kegiatan dengan pimpinan pondok juga pengurus sebelum melanjutkan ke masjid Jamik bululawang bertemu dengan rekan rekan media dulu yang hadir, menko pangan Zulkifli Hasan di dampingi wakil gubenur jatim ,juga sekda kab.malang Budiar Anwar ,Dalam kunjungan ini Menko Pangan Zulkifli HAsan di hadapan media mengatakan ,Dalam dialog bersama pengurus dan santri, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa MBG tetap berjalan dengan standar gizi yang telah ditetapkan, meskipun terdapat penyesuaian teknis di lingkungan pesantren.dalam ungkapannya untuk siswa muslim yang mengikuti sekolah formal pada siang hari, menu makan utama diganti dalam bentuk makanan kering seperti kurma, roti, susu, dan telur. Skema tersebut diterapkan tanpa mengurangi nilai gizi harian yang dibutuhkan.Penyesuaian ini hanya teknis. Standar gizinya tetap sama. Santri tetap mendapatkan asupan sesuai kebutuhan.Khusus di Ponpes Al Munawariyah, jadwal makan utama justru dialihkan ke malam hari sekitar pukul 18.00 WIB atas permintaan pihak pesantren. Kebijakan ini dinilai lebih sesuai dengan waktu kegiatan belajar dan ibadah santri selama bulan romadhon.(SH).

