Blitar, MSPI – Warga Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, digemparkan oleh penemuan mayat seorang perempuan tanpa identitas di pinggir Jalan Raya Popoh, Senin pagi, 7 Juli 2025. Penemuan ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Sutiyah (50), saat ia sedang menyapu halaman rumahnya yang berada di tepi jalan. Awalnya, Sutiyah mengira sosok tersebut adalah orang mabuk atau mungkin orang dengan gangguan jiwa yang tidur di pinggir jalan. Namun karena merasa curiga, ia memanggil beberapa tetangganya untuk bersama-sama memeriksa lebih dekat. Setelah dicek, barulah diketahui bahwa perempuan itu sudah tidak bernyawa.
Kejadian itu segera dilaporkan ke Kepala Desa Popoh dan diteruskan ke pihak kepolisian. Aparat dari Polsek Selopuro segera mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara.
Korban sementara ini masih belum diketahui identitasnya dan disebut sebagai Mrs. X. Berdasarkan ciri fisik dan pakaian yang dikenakan, korban diperkirakan berusia sekitar 20 tahun. Saat ditemukan, ia mengenakan jaket warna hijau daun, kaos hitam bertuliskan “Fighter Netral,” serta celana jeans biru dongker. Di tubuhnya terdapat beberapa tato yang menjadi ciri khas, di antaranya tato bergambar selembar bulu di pergelangan tangan kanan, tulisan “Dita Okta” di tangan kiri, serta gambar karakter Doraemon di atas pergelangan kaki kanan.
Polisi menyatakan bahwa posisi tubuh korban ditemukan dalam kondisi terlentang, dengan kepala mengarah ke timur dan kaki ke barat. Jarak tubuh korban dari badan jalan sekitar 1,3 meter. Tidak ditemukan barang-barang pribadi milik korban di sekitar lokasi.
Saat petugas tiba di tempat kejadian, sudah banyak warga yang berada di sekitar lokasi. Pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk Sutiyah, serta dua warga lainnya yakni Ria Putri Marini (47) dan Aditya Wahyu Priambodo (26), yang juga tinggal di desa yang sama.

Korban kemudian dibawa ke RS Wlingi untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mencari petunjuk lebih lanjut. Kepolisian juga tengah berupaya mengidentifikasi korban melalui ciri-ciri fisik dan tato yang ditemukan di tubuhnya.
Kapolsek Selopuro menyampaikan bahwa masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang sama agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan, dan pihak berwajib akan terus mengembangkan informasi demi mengungkap identitas korban dan kronologi sebenarnya di balik peristiwa tragis ini.
