BLITAR, MSPI – Ratusan atlet dari berbagai Cabang Olahraga (Cabor), pelatih, pengurus, hingga wali atlet menggelar aksi orasi bergelombang di depan Kantor Wali Kota Blitar dan Gedung DPRD Kota Blitar. Massa mengepung pusat pemerintahan tersebut guna menuntut kepastian pencairan dana hibah KONI Kota Blitar.
Aksi orasi terbuka ini menjadi puncak kulminasi kebuntuan komunikasi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar dengan Pemerintah Kota Blitar.
Pihak KONI mengaku langkah turun ke jalan terpaksa diambil setelah tiga kali surat permohonan audiensi resmi yang dikirimkan kepada Wali Kota Blitar sama sekali tidak direspons.Plt Ketua Umum KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, yang memimpin langsung orasi menegaskan bahwa aksi ini murni demi menyelamatkan masa depan dan hak-hak para atlet yang telantar akibat ego birokrasi.
“Hari ini kami hanya menyampaikan aspirasi karena tidak ada jalan diskusi baik-baik.
Kami sudah mengirim surat audiensi tiga kali tapi sama sekali tidak ditanggapi,” teriak Elim di tengah riuh ratusan demonstran yang membawa atribut poster tuntutan serta simbol keranda mayat.Dalam orasi yang berlangsung tertib namun bertenaga tersebut, massa menggaungkan dua tuntutan utama:
Pencairan Segera Anggaran Hibah: Mendesak Pemkot Blitar untuk segera mencairkan dana operasional cabor demi keberlangsungan pembinaan prestasi atlet daerah.
Pengembalian Hak Kantor Sekretariat: Menuntut Pemkot membuka kembali akses Kantor Sekretariat KONI di Jalan Cokroaminoto.
Ketegangan orasi akhirnya mereda setelah Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, menemui massa aksi. Pj Sekda bersedia menandatangani nota kesepakatan tertulis yang berkomitmen untuk mempercepat proses administrasi pencairan dana hibah serta menjamin pembukaan kantor sekretariat.
Meski massa telah membubarkan diri secara tertib, KONI Kota Blitar menegaskan akan terus mengawal janji tertulis tersebut dan siap kembali menggelar aksi jika Pemkot Blitar ingkar janji.

