Seorang Petani Di Blitar Meninggal Mendadak Saat Mencari Jerami di Sawah Selopuro

Blitar,MSPI– Seorang buruh tani ditemukan meninggal dunia secara mendadak di area persawahan Desa Selopuro, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Selasa (05/11/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban diketahui berinisial T (62), warga Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, yang sebelum kejadian sedang mencari batang pohon padi (jerami) atau damen di sawah.

Saksi bernama Jemari menerangkan bahwa korban datang seorang diri ke sawah sekitar pukul 10.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor. “Korban baru datang, kemudian langsung ikut mencari dame seperti biasa. Kami tidak mendengar keluhan apa pun,” ungkapnya saat ditemui petugas di lokasi kejadian.

Namun selang satu jam kemudian, Jemari melihat korban dalam posisi telungkup sambil memeluk ikatan dame yang telah dikumpulkannya. “Saya kira hanya beristirahat, tapi setelah saya panggil beberapa kali tidak menjawab,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, Jemari bersama dua saksi lain, yakni Supriyanto dan Makmur, segera mendekati korban. “Kami cek nafas dan tubuhnya, ternyata sudah tidak bergerak sama sekali,” jelas Supriyanto.

Para saksi lalu menghubungi perangkat desa untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Selopuro. Aparat kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Selopuro tiba tidak lama kemudian untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.

Petugas medis menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan maupun luka pada tubuh korban. “Bagian kepala, dada, punggung, tangan, dan kaki korban semuanya bersih tanpa bekas benturan,” terang petugas medis kepada polisi, memastikan tidak ada unsur tindak pidana.

Dari data pemeriksaan luar, korban memiliki tubuh kurus dengan tinggi kurang lebih 167 cm dan berat badan sekitar 58 kg. Pakaian yang dikenakan berupa kaos lengan panjang warna biru muda serta celana panjang berwarna coklat.

Pihak keluarga mengungkapkan kepada petugas bahwa korban memiliki riwayat hipertensi. “Tekanan darahnya pernah sampai 240, terakhir periksa sekitar satu minggu lalu. Beberapa hari ini juga bicara sudah agak sulit,” ujar salah satu perwakilan keluarga yang ditemui di lokasi.

Berdasarkan riwayat kesehatan dan hasil pemeriksaan medis, korban diduga mengalami serangan jantung mendadak saat beraktivitas di sawah. “Dugaan kuat kematian karena faktor medis dan tidak ada kekerasan,” jelas salah satu tenaga kesehatan dari PKM Binangun.

Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Mereka menandatangani surat pernyataan bermaterai yang diketahui Kepala Desa Rejoso, Wawan Aprilianto, sehingga jenazah dapat segera dipulangkan untuk dimakamkan.

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar IPDA Putut Wahyudi membenarkan peristiwa tersebut, dari hasil olah TKP di lokasi menyampaikan bahwa kasus ini tidak berkaitan dengan tindak kriminal. “Kami memastikan tidak ditemukan unsur pidana. Kejadian murni akibat kondisi kesehatan korban,” tegasnya IPDA Putut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama para pekerja tani, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan pekerjaan berat di lapangan. Pemeriksaan medis rutin dinilai penting untuk menghindari risiko serangan penyakit mendadak saat bekerja.(*)

Next Post

Polres Bondowoso gercep Tanggapi Keluhan Masyarakat Sidak SPBU untuk Cek Langsung Kondisi BBM

Sel Nov 4 , 2025
Bondowoso,MSPI- Sejumlah pemilik kendaraan bermotor di Bondowoso mengeluh setelah motornya ‘mbrebet’. Pengecekan akhirnya dilakukan di sejumlah SPBU. Pengecekan atau inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU itu dilakukan untuk mengetahui kandungan BBM. Mulai jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan lainnya. Sidak juga dilakukan untuk menindak lanjuti banyaknya pengaduan masyarakat terkait sepeda motornya […]

You May Like

Media Saber Pungli Indonesia