Blitar,MSPI– Dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul , IGTKI Kabupaten Blitar menyelenggarakan Pelatihan Tari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang bertempat di Gedung Universitas Malang di kota Blitar.

Acara ini dihadiri oleh ibu Wakil Bupati Blitar, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar , Ketua IGTKI Provinsi Jawa Timur dan peserta dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar.
Hal ini merupakan bagian dari Asta Cita ke-4 dalam visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Jakarta, pada Jumat (27/12).
Gerakan ini berfokus pada tujuh kebiasaan utama yang diharapkan dapat diinternalisasi oleh anak-anak sejak dini, yaitu Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat. Tujuannya untuk menanamkan kebiasaan positif yang dapat membentuk karakter anak-anak Indonesia agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul.
Kemendikdasmen ingin memastikan anak-anak Indonesia tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Dalam sambutannya, Yuerin Ernawati, S.Pd, M.Pd Ketua IGTKI Kabupaten Blitar mengungkapkan pentingnya pengenalan budaya tari kepada anak-anak sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ibu Yuerin biasa dipanggil juga menekankan bahwa tari bukan hanya seni, tetapi juga alat untuk membentuk kepribadian dan kebiasaan baik pada anak.
Peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemanasan, teknik tari, hingga penampilan. Mereka tidak hanya belajar gerakan tari, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana tari dapat menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai luhur dalam diri anak-anak.
Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan setiap peserta dapat membawa ilmu dan pengalaman yang didapat untuk diterapkan di lingkungan mereka masing-masing.
Puncak acara ini diharapkan hasil latihan tari yang telah dipelajari akan dilombakan dalam rangka Hari Anak Nasional. Lomba ini bertujuan untuk menampilkan kreativitas peserta serta memperkuat pemahaman akan budaya tari dan mendukung perkembangan karakter anak. Diharapkan setiap peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam pengajaran mereka dan berkontribusi dalam perayaan Hari Anak Nasional. (Sutrisno)
