Tangerang,MSPI- Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI) didapuk untuk menjadi Narasumber dalam Kegiatan Implementasi Budaya Kerja BerAKHLAK Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.

Pada kesempatan itu yang menjadi narasumber dari MAPI yaitu Dewan Pembina MAPI Endang Agustian, S.H., M.H. dan Dewan Pengawas Dr. Dhani Sudirman, S.T., S.E., M.M. dan didampingi oleh Debora Jalessveva, S.H., M.H. Wakil Sekretaris , Very Sukma Wakil Sekretaris MAP dan Sulaeman Hamadal Nahdi Regional DKI Jakarta.
Kegiatan ini di pimpin oleh Kakantah Shinta Purwitasari, S.T., S.H. M.H. mulai dari para pejabat struktural, fungsional, para ASN, PPPK dan PPNPN.

Dalam sambutannya, Shinta Purwitasari, S.T., S.H. M.H. menyampaikan bahwa Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan sudah mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 6 Desember 2022 dan sekarang masuk plot untuk menuju ke predikat Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Melalui program Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM), Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertib. Diharapkan program ini dapat berjalan dengan efektif dan membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat” Terangnya.

Sementara itu, Dewan Pembina MAPI Endang Agustian, S.H., M.H. selaku narasumber bahwa Nilai dalam Budaya Kerja merujuk pada prinsip-prinsip atau keyakinan yang mendasari cara individu dan kelompok bekerja dalam suatu organisasi.
“Nilai-nilai ini membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang diterapkan oleh karyawan/pegawai dan mempengaruhi cara organisasi beroperasi. Budaya kerja yang baik mengarah pada pencapaian tujuan bersama, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis“paparnya.
“Nilai Uang dan Nilai Karakter adalah dua konsep yang berbeda, meskipun keduanya memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan individu dan masyarakat. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan keduanya. Nilai uang berkaitan dengan aspek material kehidupan, dapat dihitung dan dipertukarkan, serta dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Nilai karakter lebih bersifat moral dan etika, mempengaruhi tindakan dan interaksi sosial seseorang, serta tidak dapat diukur dengan uang. Keduanya memainkan peran penting dalam kehidupan, tetapi nilai karakter lebih menentukan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain dan bagaimana dia diingat dalam masyarakat, sementara nilai uang lebih mempengaruhi aspek material dan ekonomi kehidupan” Tutur Endang Agustian, S.H., M.H.

Dr. Dhani Sudirman, S.T., S.E.,M.M. yang juga menjadi narasumber juga menambahkan bahwa Core values ASN BerAKHLAK sebagai berikut : 1) Berorientasi Pelayanan, yaitu komitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat; 2) Akuntabel, yaitu bertanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan; 3) Kompeten, yaitu terus belajar dan mengembangkan kapabilitas; 4) Harmonis, yaitu saling peduli dan menghargai perbedaan; 5) Loyal, yaitu berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara; 6) Adaptif, yaitu terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan serta menghadapi perubahan; 7) Kolaboratif, yaitu membangun kerja sama yang sinergis.

Diakhir acara, Dewan Pembina MAPI Endang Agustian, S.H., M.H. memberikan sebuah lukisan karikatur sebagai penyemangat. Terakhir beliau menekankan pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek kerja serta pentingnya pelayanan yang prima kepada masyarakat serta upaya yang harus dilakukan untuk mencapai standar yang diharapkan. (red. VSF).
